4.04.2016

Musim Berganti

Pertemuan memberiku ruang mendefinisikan dirimu dengan versiku sendiri. Rasanya tidak perlu sejauh itu, ceritamu memenuhi ruangku. Membuat "sendiri" tak lagi disana. Ruangku penuh tentangmu, sesak rasanya. Kamu tak memberiku banyak pilihan, aku bisa bosan.

Beberapa warna mulai pudar, dan langkah kita tak lagi sama. Parahnya, pilihanmu tak banyak membantu. Cukup sepasang sepatu, bukan dua pasang yang berjalan beriringan. Ini pilihannya, sepatuku ingin lihat pelangi.

Sendiri, kamu menerjemahkannya sebagai kekosongan.
Juga sakit dan
kehilangan. Sedih dan penyesalan. Sendiri mungkin sunyi. Sangat sunyi. Sekarang sepatuku sendirian.
Ada saatnya tidak bisa menahan air mata. Karenanya, biarkan saja dia mengalir. Tidak perlu diredam. Tidak usah disangkal. Mau aku panggilkan hujan? Beberapa waktu, selepas hujan kamu temukan biasan warna baru. Itu yang sepatuku lihat, pelangi. Warna kepasrahan dan bentuk keikhlasan
Pertemuan mengenalkanku pada perpisahan. Perpisahan mengajarkan banyak hal, memberi paham berartinya seseorang. Kepergiannya bisa memberikan kepedihan yang dalam, mematahkan semangat dan mendinginkan hati. Perpisahan memberi banyak pilihan, bukan?
Tidak perlu disesali, hiduplah lebih baik. Bukalah pintu di ruangmu lebar-lebar, ijinkan beberapa warna menghias di dinding-dindingnya. Biarkan siapa saja menuliskan tentangmu lebih banyak di beberapa halaman bukunya daripada milikku. Cari teman untuk sepatumu itu, sepatuku juga sedang berlari. Kamu juga bisa temukan pelangi.
Pertemuan tak melulu tentang rindu, alasan untuk pergi mungkin salah satu. Terima kasih sudah menemani di beberapa perjalanan kecil, cukup senang bertemu denganmu :)

3 comments:

  1. Bisakah sepatu kita bertemu kembali? Aku masih berharap kamu pasangan sepatuku. Walaupun kamu memilih berlari dengan orang lain. :')

    #masihbelajar #ampuni

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah rasanya cerita kita bertolak belakang. Apapun itu, mari lihat pelangi bersama :)

      Delete
  2. sepatuku terlalu tua untuk mengejar langkahmu duh apaan haha. mampir blog ayas juga mbak eco yuuuhuu

    ReplyDelete